Langkah Cerdas Juventus Dapatkan Blaise Matuidi


Prediksi Jitu Taruhan Bola – sehabis gagal hengkang di bursa ekspresi dominan panas 2016 lalu, Juventus akhirnya sukses mewujudkan galat satu transfer idamannya, Blaise Matuidi, sempurna setahun berselang. dia diboyong asal Paris Saint-Germain seharga €20 juta plus insentif, bergantung jumlah penampilan pada kampanye 2017/18 ini.

Baca juga : Bosz Sedih Dembele Tinggalkan Dortmund

Kengototan Juve buat mendatangkan Matuidi disinyalir sebab request khusus asal sang instruktur, Massimiliano Allegri. Pemain lulusan akademi Troyes itu memiliki karakter, kualitas, serta pengalaman yang diharapkan pada komposisi gelandang Juve.

dalam skema andalan 4-2-3-1, Juve butuh sosok gelandang box to box. Sayangnya sejak kepergian Arturo Vidal, I Bianconeri tidak pernah lagi memilikinya. Mungkin pernah pada diri Stefano Sturaro dan Tomas Rincon. namun siapa pun memahami, kualitas dan pengalaman keduanya di level tertinggi tergolong memprihatinkan.

ekspresi dominan lalu sektor itu jadi duduk perkara, meski 62cbf8dfb3b6e9bb62f2742782f6a614 penampakannya. Miralem Pjanic serta Sami Khedira yg reguler mengisi pos tadi tampil cantik, akan tetapi karakter keduanya yg “lembut” membuat Juve hanya andalakan lini belakang buat merebut bola berasal dominasi lawan.

Melihat profilnya, Matuidi kentara jadi solusi ideal buat selesaikan masalah tadi. beliau adalah galat satu gelandang pengakut air papan atas, meski bukan yg terbaik. Selain itu dirinya memiliki skill olah bola mumpuni plus naluri mencetak gol yg tajam.

Matuidi cocok untuk mengisi dua slot gelandang pada gugusan Juve, entah itu berduet dengan Pjanic yang bertugas membagi bola atau Khedira yg punya tanggung jawab menyisir sisi lapangan.

Selain itu bepergian karier Matuidi pula mentereng. Selain rutin meraih gelar di Prancis serta tampil di perserikatan Champions beserta PSG, pemain berjuluk Marathon Man ini juga anggota inti Timnas Prancis. beliau pernah mentas pada Piala Eropa maupun Piala dunia, sebagai akibatnya Juve tidak perlu ragu akan mentalitas bertandingnya.

Meski punya atribut yang berkilau, harus diakui Juve tidak mendapatkan Matuidi menggunakan siasat cerdas yang biasa mereka lakukan. Apalagi Bila bukan sebab banderolnya yg terlampau tinggi, menyelidiki usia, peforma terbaru, dan situasi kontraknya.

semenjak Andrea Agnelli menjabat menjadi presiden Juve serta merekrut Beppe Marotta berasal Sampdoria, Juve dikenal luas menjadi galat satu klub yg paling cerdas ketika beraksi di lantai bursa. Termasuk saat memboyong pemain tua, yang di sini kita asumsikan sudah menginjak kepala tiga.

Ambil model Andrea Barzagli, Patrice Evra, Dani Alves, serta tentu saja yg paling dahsyat Andrea Pirlo. Mereka datang di usia senja serta dicap sudah habis, lewat harga yang sangat minim bahkan gratis, akan tetapi punya kontribusi maksimal .

namun siasat cerdas itu belakangan memudar asal pendekatan Marotta cs dalam merekrut pemain tua. Indikasinya dimulai pada bursa trend panas 2015 lalu, kala memboyong Hernanes, 30 tahun, dari Inter Milan seharga €13 juta. Akhir demam isu kemudian mereka mempermanenkan Medhi Benatia, 30 tahun, lewat nilai €17 juta asal Bayern Munich.

Segalanya membengkak dalam transfer Matuidi. Sama-sama berusia 30 tahun, Juve rela menggelontorkan dana yang kepalang banyak pada angka €20 juta. beliau pun resmi jadi pemain berkepala 3 termahal pada sejarah Tim Hitam Putih, menggeser Hernanes dan Benatia.

Padahal sebelum mereka, pemain berkepala 3 termahal yg pernah dibeli Juve hanya berharga €10 juta dalam sosok Fabio Cannavaro. Itu pun mampu dikatakan gratis, karena jadi nilai tukar menggunakan Fabian Carini. Kontribusinya? Luar biasa bahkan jadi pemain terbaik dunia pada trend pamungkasnya. Hernanes dan Benatia? Starting XI saja tidak mampu mereka tembus.

Publik pun heran mengapa Juve bersedia membuahkan Matuidi menjadi pemain berkepala tiga termahal pada sejarah klub. Selain karena kontraknya di PSG tinggal semusim lagi, harga Si Bison bisa membengkak jadi €30,5 juta, bergantung di jumlah penampilannya pada kampanye 2017/18 nanti.

Segalanya bisa tampak semakin buruk menilik warta bahwa Matuidi telah tidak lagi jadi penggawa inti PSG sejak akhir demam isu lalu. Posisinya digeser sang talenta muda, Adrien Rabiot, yg ironisnya sempat masuk radar Juve. Terlebih statusnya bukanlah kampiun liga Champions atau Piala global, selayaknya Barzagli, Pirlo, Evra, atau Alves waktu tiba.

Ya, begitu terburu-buru serta tidak penuh perhitungan, atau sederhananya transfer ini “sangat tak Juventus”. Apalagi ditambah keterangan bahwa Juve kehilangan buruan utama mirip Nemanja Matic, Emre Can, atau Kevin Strootman.

harus diakui bahwa risiko terbesar memboyong pemain tua ialah mereka sulit menggaransi masa depan. Mereka ialah solusi jangka pendek, sehingga tidak lazim Bila dibanderol tinggi. Apalagi La Fidanzata d’Italia tengah membentuk skuat buat menjuarai perserikatan Champions.

Baca juga : Ibrahimovic Sangat Senang Matic Gabung ke United

Juve tentu paham sahih hal itu serta mereka bisa jadi bakal sangat menyesali keputusan ini, andai Matuidi gagal penuhi ekspektasi yang mungkin terlampau besar untuknya.

Be Sociable, Share!
Website Pin Facebook Twitter Myspace Friendfeed Technorati del.icio.us Digg Google StumbleUpon Premium Responsive

Social tagging: > > > > > > > > > > >

Comments are closed.