Liverpool Tidak Butuh Coutinho


Agen Bola Terpercaya – tidak lama sesudah Liverpool gagal mendatangkan Virgil van Dijk serta Naby Keita pada percobaan ke 2 di bursa transfer, Barcelona tiba dengan tawaran lebih dari €100 juta untuk memboyong Philippe Coutinho. Kopites telah tentu cemas bukan kepalang. telah sasaran transfer meleset, datang jua tawaran yg tidak mampu ditolak buat pemain terbaikyang mereka punya.

Baca juga : Emre Mor Sah Gabung ke Celta Vigo

Suasana sirik serta panik di Merseyside tentu mampu dimaklumi dalam periode tadi. musim 2014/15 sedikit tercium. Jika The Reds kehilangan Luis Suarez yang artinya pemain kunci pada perjalanan ke posisi runner-up ketika itu, musim ini Coutinho yang berpotensi hengkang. Kekhawatiran akan berulangnya kampanye jelek di semua kompetisi pun merasuk ke sanubari fans.

Kopites semakin mencak-mencak dan mulai mencaci maki Fenway Sports group (FSG) ketika Coutinho mengajukan permintaan transfer. FSG menjadi pemilik saham dominan dievaluasi tidak becus mengurus klub, hingga beberapa meminta mereka angkat kaki. Saga transfer ini diikuti oleh pernyataan keras FSG, tapi Coutinho melanjutkan aksinya dengan mogok pada lima laga awal.

Adapun atmosfer sesak yang berakar berasal isu kepergian The Little Magician mulai mereda jelang September. Penyebabnya jelas, The Reds berhasil lolos ke fase grup liga Champions, membantai Arsenal, kemudian meresmikan transfer Naby Keita buat 2018. Ditambah menggunakan memanasnya informasi kedatangan Van Dijk serta Thomas Lemar, kecemasan akan transfer Coutinho perlahan kabur.

sebaliknya, Kopites gantian murka terhadap sang playmaker waktu fotonya berlatih di skuat Brasil tersebar luas. asumsi bahwa Coutinho memalsukan cederanya kian kuat dan opini publik mulai menyudutkan bintang Brasil itu. Jika agama Jurgen Klopp ikut luntur, jangankan pulang ke skuat primer, Coutinho bisa saja bernasib sama seperti Mamadou Sakho.

Absen membela Liverpool, Coutinho datang-tiba timbul di sesi latihan Brasil.

Bukan tidak mungkin Kloppo murka pada Coutinho karena pemalsuan cedera punggung. Sakho yg jadi keliru satu bek andalan pada musim 2015/16 saja diasingkan selama setengah animo, sebelum dipinjamkan ke Crystal Palace, sebab indisipliner. sang manajer memang mengaku siap mendapatkan kembali Coutinho pekan kemudian, tapi situasi sudah berubah drastis pada Anfield.

insiden ini kiranya akan mengubah perilaku Klopp serta FSG terkait penjualan Coutinho ke Barcelona. Mereka memang menolak tawaran awal Blaugrana, tetapi raksasa Spanyol itu siap balik menggunakan tawaran yang lebih besar . seandainya tawaran superbesar balik datang, publik takkan terkejut atau murka lagi waktu Coutinho hijrah ke Camp Nou.

Skenario tanpa Coutinho mulai terbayang sesudah Liverpool menghantam Arsenal empat gol tanpa balas akhir pekan kemudian. dalam pertandingan tersebut, The Reds tampil sangat cari tanpa kehadiran playmaker utamanya. umumnya Liverpool akan langsung mengoper bola di Coutinho Jika buntu, akan tetapi pemandangan yang membagikan ketergantungan itu tidak tampak lagi.

Mohamed salah , Sadio Mane, serta Roberto Firmino melakukan pressing ketat nan akurat di jantung pertahanan Arsenal. dengan keunggulan teknik trio tersebut, plus ekuilibrium yg ditawarkan Emre Can dan Jordan Henderson, serangan kilat Liverpool selalu mengalir menggunakan indah . Senjata ini sejatinya sudah relatif buat menghadapi klub papan atas yg berfilosofi menyerang.

Bukan berarti Coutinho tidak diharapkan. Sepakan jarak jauh serta dribel maut bintang Brasil itu masih bermanfaat ketika menghadapi musuh yang parker bus. Adapun Kloppo berusaha mencari cara lain dan pelan-pelan memperkenalkan Liverpool tanpa Coutinho. Toh, Bila dibandingkan dengan Suarez, Coutinho bukan sosok yang bisa seseorang diri menentukan hasil akhir pertandingan.

Antisipasi kepergian Coutinho telah dilakukan menggunakan transfer Naby Keita. setelah perundingan sengit menggunakan RB Leipzig, akhirnya Michael Edwards berhasil mendapatkan targetnya. Gelandang Guinea itu baru akan bergabung ke Anfield demam isu depan, akan tetapi kedatangannya seolah-olah sebagai pesan perpisahan buat Coutinho – entah ekspresi dominan ini ataupun isu terkini depan.

Butuh dua transfer lagi serta Coutinho takkan dirindukan oleh publik Anfield. Virgil van Dijk jadi sosok yang paling dibutuhkan buat mengakhiri kekacauan lini belakang. ad interim itu, Thomas Lemar diplot buat memperkuat daya gedor sekaligus berpotensi mengisi posisi Coutinho. Bayangkan Bila pembelian itu benar terwujud, kedalaman skuat The Reds akan mampu bersaing menggunakan papan atas perserikatan primer!

Grafik di atas memberikan gugusan potensial The Reds untuk demam isu depan. buat ekspresi dominan ini, hanya perlu mengurangi Keita berasal skuat bayangan – dengan pertimbangan Van Dijk dan Lemar merapat ke Anfield sebelum tenggat bursa transfer.

Walau kedalaman skuatnya terkesan tidak spesial , jangan lupa Kloppo punya perpaduan pemain yg versatile, mampu mengisi beberapa posisi. James Milner mampu menjadi bek kiri, sementara Lemar kadang dimainkan sebagai gelandang tengah. Mane serta salah bisa bertukar posisi, lalu Milner dan Adam Lallana pernah bermain sebagai pemain sayap pada klub sebelumnya. buat posisi bek, terdapat Joe Gomez yg mampu bermain menjadi wingback kanan serta kiri.

Jurgen Klopp akan dipersenjatai dengan kedalaman skuat unggulan menggunakan selisih kemampuan yg tidak tidak sinkron jauh. Masih jauh dari ideal, mengingat minimnya pemain berpengalaman. Liverpool saat ini adalah galat satu tim menggunakan rata-rata usia termuda pada liga utama Inggris. namun siapa peduli? Borussia Dortmund bahkan menaklukkan Bundesliga 2010/11 dengan homogen-homogen usia 23,77 tahun.

Kedalaman serta kualitas potensial Liverpool tidak menyisakan tempat buat Coutinho. Bahkan mampu dikatakan, Jurgen Klopp sudah menatap hari-hari tanpa keberadaan Coutinho. sang manajer memang bersikeras tidak ingin melepas Coutinho, tapi transfernya menunjukkan hal yang kebalikannya. Apapun keputusan sang playmaker, The Reds sudah siap menjalani trend tanpa kehadirannya.

Baca juga : Schick : Saya Sudah Bahagia di Roma

namun dalam semesta paralel, sebuah global yang paling ideal untul Liverpool, Coutinho akan bertahan di Anfield serta wajib bersaing menggunakan Keita, Lemar, dan Lallana. Persaingan internal pun semakin ketat serta kualitas masing-masing pemain akan berkembang dengan pesat. Mungkin bakal terdapat yg terpental dalam persaingan, bisa saja Coutinho, tetapi hal tadi bisa dibilang positif untuk tim yg berusaha mengulang kejayaan masa lalunya.

Be Sociable, Share!
Website Pin Facebook Twitter Myspace Friendfeed Technorati del.icio.us Digg Google StumbleUpon Premium Responsive

Social tagging: > > > > > > > > > > >

Comments are closed.